Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ilmu Hadis

Pengertian Matan Hadits

Gambar
Pengertian Matan Hadits Matan secara bahasa berarti sesuatu yang keras dan tinggi (terangkat) dari bumi (tanah).  Sedangkan secara terminologi, matan berarti, sesuatu yang berakhir padanya (terletak sesudah) sanad, yaitu berupa perkataan. Atau, dapat juga diartikan sebagai: lafaz Hadits yang memuat berbagai pengertian . Dari Hadits berikut: Imam Bukhari meriwayatkan, ia berkata, " Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibn al-Mutsanna, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami 'Abd al- Wahhab al-Tsaqafi, ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abi Qilabah, dari Anas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Ada tiga hal yang apabila seseorang memilikinya maka ia akan memperoleh manisnya iman, yaitu bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya, bahwa ia mencintai seseorang hanya karena Allah SWT, dan bahwa ia membenci kembali-kepada-kekafiran sebagaimana ia membenci masuk ke dalam api neraka " Maka, lafaz: adalah merupakan matan dari Hadits ...

Peranan Sanad dalam Penentuan Kualitas Hadits

Gambar
Peranan Sanad dalam Penentuan Kualitas Hadits Status dan kualitas suatu Hadits, apakah dapat diterima atau ditolak, tergantung kepada sanad hadits dan matan Hadits tersebut. Apabila sanad suatu Hadits telah memenuhi syarat-syarat dan kriteria tertentu, demikian juga matannya, maka Hadits tersebut dapat diterima sebagai dalil untuk melakukan sesuatu atau menetapkan hukum atas sesuatu; akan tetapi, apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, maka Hadits tersebut ditolak dan tidak dapat dijadikan hujjah. Kualitas Hadits yang dapat diterima sebagai dalil atau hujjah adalah Shahih dan Hasan, dan keduanya disebut juga sebagai Hadits Maqbul (Hadis yang dapat diterima sebagai dalil atau dasar penetapan suatu hukum).(M. 'Ajjaj al-Khathib, Ushul al-Hadits , h. 303; Shubhi al-Shalih, 'Ulum al-Hadits wa Mushthalahuhu (Beirut: Dar al-'llm li al-Malayin, 1973), h. 141). Di antara syarat qabul suatu Hadis adalah berhubungan erat dengan sanad Hadis tersebut, yaitu: (1) Sanad -nya ber...

Peranan Sanad dalam Pendokumentasian Hadits

Gambar
Peranan Sanad dalam Pendokumentasian Hadits Sejarah penghimpunan dan pengkodifikasian Hadits, terlihat bahwa begitu besarnya peranan yang dimainkan oleh masing-masing perawi Hadits dalam rangka mencatat dan memelihara keutuhan Hadits Nabi SAW. Kegiatan pendokumentasian Hadits, terutama pengumpulan dan penyimpanan Hadits-Hadits Nabi SAW, baik melalui hafalan maupun melalui tulisan yang dilakukan oleh para Sahabat, Tabi'in, Tabi'i al-Tabi'in, dan mereka yang datang sesudahnya, yang rangkaian mereka itu disebut dengan sanad, sampai kepada generasi yang membukukan Hadits-Hadits tersebut, seperti Malik ibn Anas, Ahmad ibn Hanbal, Bukhari, Muslim, dan lainnya, telah menyebabkan terpeliharanya Hadits-Hadits Nabi SAW sampai ke tangan kita seperti sekarang ini. Berdasarkan sejarah periwayatan Hadits, para perawi, mulai dari tingkatan Sahabat sampai kepada Ulama Hadits masa pembukuan Hadits, telah melakukan pendokumentasian Hadits melalui hafalan dan tulisan. Bahkan, menurut Al-Azami...

Pengertian Sanad

Gambar
Pengertian Sanad Hadits Sanad secara bahasa sanad berarti al-mu'tamad yaitu yang diperpegangi atau yang bisa dijadikan pegangan.(Mahmud al-Thahhan, Taisir Mushthalah al-Hadits (Beirut: Dar Al-Qur'an al-Karim, 1979), h. 20). Atau, dapat juga diartikan "sesuatu yang terangkat (tinggi) dari tanah".( M. 'Ajjaj al-Khathib, Ushul al-Hadits : 'Ulumuhu wa Mushthalahuhu (Beirut: Dar al- Fikr, 1989), h. 32). Sedangkan secara terminologi, sanad adalah jalannya matan, yaitu silsilah para perawi yang memindahkan (meriwayatkan) matan hadits dari sumbernya yang pertama. Al-Tahanawi mengemukakan definisi yang hampir senada: “ Sanad adalah jalan yang menyampaikan kepada matan Hadis, yaitu nama-nama para perawinya secara berurutan ”.(Zafar Ahmad ibn Lathif al-'Utsmani al-Tahanawi, Qawa id fi 'Ulum al Hadits , ed. 'Abd al-Fattah Abu Ghuddah (Beirut: Maktabat al-Nah'ah, 1404 H/1984 M), h. 26). Jalan matan tersebut dinamakan dengan sanad adalah karena musnid ber...

Hadits Abad Keempat Sampai Sekarang

Gambar
Hadits Abad Ke-4 Sampai Ke-7 Hingga Sekarang Hadits pada Abad Ke-4 Sampai Ke-7 Hijriah (Masa Pemeliharaan, Penertiban, Penambahan, dan Penghimpunannya) 1. Periwayatan Hadits pada Periode ini Periode ini dimulai pada masa Khalifah Al-Muqtadir sampai Khalifah Al-Mu'tashim. Meskipun pada periode ini kekuasaan Islam mulai melemah dan bahkan mengalami keruntuhan pada pertengahan abad ke-7 Hijriah akibat serangan Hulagu Khan, cucu dari Jengis Khan, kegiatan para Ulama Hadits dalam rangka memelihara dan mengembangkan Hadits tetap berlangsung sebagaimana pada periode-periode sebelumnya. Hanya saja Hadits-Hadits yang dihimpun pada periode ini tidaklah sebanyak yang dihimpun pada periode-periode sebelumnya. Kitab-kitab Hadits yang dihimpun pada periode ini adalah: 1. Al-Shahih oleh Ibnu Khuzaimah (313 H), 2. Al-Anwar wa al-Taqsim oleh Ibn Hibban (354 H), 3. Al-Musnad oleh Abu Awanah (316 H), 4. Al-Muntaqa oleh Ibn Jarud, 5. Al-Mukhtarah oleh Muhammad ibn Abd al-Wahid al- Maqdisi. S...

Upaya Pelestarian Hadits

Gambar
Upaya Pelestarian Hadits dari Abad ke Abad Di antara kegiatan yang dilakukan oleh para Ulama Hadits dalam rangka memelihara kemurnian Hadis Nabi SAW adalah: a. Perlawatan ke daerah-daerah Pengumpulan Hadis pada abad ke-2 H masih terbatas pada daerah perkotaan tertentu saja, sementara para perawi Hadis telah menyebar ke daerah-daerah yang jauh sejalan dengan semakin meluasnya daerah kekuasaan Islam.  Dalam rangka menghimpun Hadits Hadits yang belum terjangkau pada masa sebelumnya, maka pada abad ke-3 H  para Ulama Hadis melakukan perlawatan mengunjungi para perawi Hadits yang jauh dari pusat kota. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari yang telah melakukan perlawatan selama 16 tahun dengan mengunjungi kota Mekah, Madinah, Baghdad, Basrah, Kufah, Mesir, Damsyik, Naisabur, dan lain-lain. Kegiatan seperti ini selanjutnya diikuti oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan lain-lain. b. Pengklasifikasian Hadis kepada: Marfu', Mawquf, dan Maqthu' P...

Usaha Pemalsuan Hadits

Gambar
Usaha Pemalsuan dan Kodifikasi Hadits Pada Abad Ke-2 Hijriyah Pada abad kedua hijriyah kegiatan pemalsuan Hadits semakin berkembang. Motif pemalsuan Hadits pada masa ini tidak lagi hanya untuk menarik keuntungan bagi golongannya dan mencela lawan politiknya, tetapi sudah semakin beragam seperti yang dilakukan oleh tukang-tukang cerita dalam rangka menarik minat orang banyak, kaum zindik yang bertujuan untuk meruntuhkan Islam, dan lain-lain. Uraian secara lebih rinci dan lebih jelas tentang keberadaan Hadis-Hadis palsu ini, akan terlihat pada uraian tentang Hadis palsu dan permasalahannya berikut. Periode ini berlangsung sejak masa pemerintahan Khalifah Al-Ma'mun sampai pada awal pemerintahan Khalifah Al-Muqtadir dari kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Pada periode ini para Ulama Hadis memusatkan perhatian mereka pada pemeliharaan keberadaan dan terutama kemurnian Hadits Hadits Nabi SAW, sebagai antisipasi mereka terhadap kegiatan pemalsuan Hadis yang semakin marak. Pada abad kedua ...

Kodifikasi Hadits

Gambar
Kodifikasi Hadits Adalah 'Umar ibn Abd al-Aziz yang dikenal secara umum dari kalangan penguasa yang memprakarsai pembukuan Hadits Nabi SAW secara resmi. Akan tetapi, menurut Ajjaj al-Khathib berdasarkan sumber yang sah dari Thabaqat ibn Sa'd, kegiatan pembukuan Hadits ini telah lebih dahulu diprakarsai oleh Abd al-Aziz ibn Marwan (w. 85 H), ayah dari 'Umar ibn Abd al-Aziz sendiri, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur di Mesir. Riwayat tersebut menceritakan bahwa Abd al-Aziz telah meminta Katsir ibn Murrah al-Hadhrami, seorang Tabi'in di Himsha yang pernah bertemu dengan tidak kurang dari 70 veteran Badar dari kalangan Sahabat, untuk menuliskan Hadits-Hadits Nabi SAW yang pernah diterimanya dari para Sahabat selain Abu Hurairah, dan selanjutnya mengirimkannya kepada Abd al-Aziz sendiri. Dan Abd al-Aziz menyatakan bahwa Hadits-Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah sudah dimiliki catatannya yang didengarnya sendiri secara langsung. Perintah tersebut adalah pertan...