Postingan

Menampilkan postingan dengan label Seni Islami

Antara Burdah dan Bushiri

Gambar
Antara Burdah dan Bushiri Ada asumsi sementara kalangan yang mengatakan, bahwa sesungguhnya Nabi tidak boleh disanjung-sanjung dan dipuji, atau dengan kata lain mengkultus individukan. Sebenarnya memang, saking tawadlu' (rendah hatinya) sudah tentu, beliau nenolak untuk dikultus individukan umatnya. Khawatir mereka berlebih-lebihan dalam pujian seperti umat terdahulu terhadap para utusan Tuhan. Sebagaimana umat Yahudi dan Nasrani, yang menempatkan nabi-nabi mereka tidak pada posisi dan risalah -Nya, melainkan bahkan menjadikan sebagai Tuhan. Ingat ungkapan kitab suci yang menguak ini: "Kata orang Yahudi ‘ Uzair itu anak Allah , kata orang Nasrani 'Isa itu anak Allah" . Memuji Nabi Muhammad bukanlah menganggap beliau sebagai Tuhan. Menyanjung Rasulullah adalah nengakui Muhammad saw sebagai lelaki pilihan. "Kami tidak utus engkau (hai Muhammad) kecuali (sebagai) rahmat bagi alam semesta" ( wa ma arsalnaka illa rahmatan lil'alamin ). Itu firman Tuhan. Tidak...

Sejarah Burdah

Gambar
Sejarah Qasidah Burdah Kalangan kritik sastra sepakat bahwa kumpulan syair Burdah oleh al Busiri ini dipandang yang terindah sebagai puisi puji-pujian kepada Nabi dalam bahasa Arab, dan penyairnya diakui sebagai perintis bentuk ini, sekalipun tak berarti bahwa sebelum itu tak pernah ada syair madah. Sebelum Busiri nama-nama Hassan bin Sabit, sahabat dan sekretaris Nabi, Ka'b bin Zuhair dan al-A'sya Qais (w. 629 M), pada masa Nabi sudah dikenal, kendati A'sya sendiri tak sampai masuk Islam. Dalam sastra Arab syair-syair bentuk ini kemudian dikenal dengan nama Madah Nabawi . Dalam sejarah kepenyairan ini kita lihat juga suatu tradisi yang terasa agak unik, mengolah puisi lama yang secara bertangga digubah kembali oleh penyair dari penyair yang lain. Dan ini berlanjut sampai waktu-waktu belakangan ini. Kendati tak ada hubungannya dengan Burdah, penyair terkemuka Mesir, al-Barudi (Mahmud Sami' (1840-1904/1274-1340 H), juga membuat puisi panjang, Kasyful Gummah tentang Ra...