Antara Burdah dan Bushiri
Antara Burdah dan Bushiri Ada asumsi sementara kalangan yang mengatakan, bahwa sesungguhnya Nabi tidak boleh disanjung-sanjung dan dipuji, atau dengan kata lain mengkultus individukan. Sebenarnya memang, saking tawadlu' (rendah hatinya) sudah tentu, beliau nenolak untuk dikultus individukan umatnya. Khawatir mereka berlebih-lebihan dalam pujian seperti umat terdahulu terhadap para utusan Tuhan. Sebagaimana umat Yahudi dan Nasrani, yang menempatkan nabi-nabi mereka tidak pada posisi dan risalah -Nya, melainkan bahkan menjadikan sebagai Tuhan. Ingat ungkapan kitab suci yang menguak ini: "Kata orang Yahudi ‘ Uzair itu anak Allah , kata orang Nasrani 'Isa itu anak Allah" . Memuji Nabi Muhammad bukanlah menganggap beliau sebagai Tuhan. Menyanjung Rasulullah adalah nengakui Muhammad saw sebagai lelaki pilihan. "Kami tidak utus engkau (hai Muhammad) kecuali (sebagai) rahmat bagi alam semesta" ( wa ma arsalnaka illa rahmatan lil'alamin ). Itu firman Tuhan. Tidak...